11 Januari 2009

dekap dan putar

Paraulah suara burung itu
hilang kesuciannya
akan hari buruk ini
yang kau dengungkan
Teater luka dibaluti awan
o, sungguh indah
Awan merah membayang
Mata coklat yang kau sebar
Sempurna
Layaknya lanskap penuh bintang
dekap dan putar kaset itu
Bagai kehidupan kita
Jalanlah perlahan
menikmati indahnya purnama karam
sampai kaupun hilang
Hari masih buruk,
tapi kau akan menikmatinya.

Rinduku hujan

Ku sempatkan istirahat sejenak
bersandar melepas
lelah
mencoba menghemat nafas
yang sudah banyak terlepas

Lalu menatap ke langit lepas
mengurai tanya pada langit
yang berawan
yang mendung tipis
mencoba mencari
atau sekedar berharap
hujan turun hari ini

Lama sudah ku menanti
hujan tak turun kali ini
basahi kemarau di hati
alirkan kesejukan dalam diri
Aku butuh rintikan hujan hari ini
kuyupi aku saat ini
aku rindu hujan detik ini
basuh jiwa sempurnakan aku dalam sepi.

dekap dan putar

Paraulah suara burung itu
hilang kesuciannya
akan hari buruk ini
yang kau dengungkan
Teater luka dibaluti awan
o, sungguh indah
Awan merah membayang
Mata coklat yang kau sebar
Sempurna
Layaknya lanskap penuh bintang
dekap dan putar kaset itu
Bagai kehidupan kita
Jalanlah perlahan
menikmati indahnya purnama karam
sampai kaupun hilang
Hari masih buruk,
tapi kau akan menikmatinya.

REDEFINISI ARTI MAHASISWA

Berbicara tentang mahasiswa , hal pertama yang harus kita kritisi dan

pertanyakan kembali adalah ” benarkah kita ini Mahasiswa ? jika iya, dimanakah eksistensi kita sebagai seorang mahasiswa ? atau bahkan kita pun belum mengetahui arti dari mahasiswa itu sendiri ?”. Betapa naifnya kita, apabila tidak mengenal diri kita sendiri.

Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwasanya “ mahasiswa ” itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/ murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiyah, “ mahasiswa ” terdiri dari dua kata, yaitu ” Maha ” yang berarti tinggi dan ” Siswa ” yang berarti subyek pembelajar ( menurut Bobbi de porter ), jadi dari segi bahasa “ mahasiswa ” diartikan sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi/ universitas.

Namun jika kita memaknai “ mahasiswa ” sebagai subyek pembelajar saja, amatlah sempit pemikiran kita, sebab meski ia ( baca : Mahasiswa ) diikat oleh suatu definisi study, akan tetapi mengalami perluasan makna mengenai eksistensi dan peran yang dimainkan dirinya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, “ mahasiswa ” tidak lagi diartikan hanya sebatas subyek pembelajar ( study ), akan tetapi ikut mengisi definisi learning. Mahasiswa adalah seorang pembelajar yang tidak hanya duduk di bangku kuliah kemudian mendengarkan tausiyah dosen, lalu setelah itu pulang dan menghapal di rumah untuk menghadapi ujian tengah semester atau Ujian Akhir semester. “ mahasiswa ” dituntut untuk menjadi seorang ikon-ikon pembaharu dan pelopor-pelopor perjuangan yang respect dan tanggap terhadap isu-isu sosial serta permasalahan umat dan bangsa.

Apabila kita flash back melihat sejarah, peran mahasiswa acapkali mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari penjajahan hingga kini masa reformasi. “ mahasiswa ” bukan hanya menggendong tas yang berisi buku, tapi mahasiswa turut angkat senjata demi kedaulatan bangsa Indonesia. Dan telah menjadi rahasia umum, bahwasanya mahasiswa lah yang menjadi pelopor restrukturisasi tampuk kepemimpinan NKRI pada saat reformasi 1998. Peran yang diberikan mahasiswa begitu dahsyat, sehingga sendi-sendi bangsa yang telah rapuh, tidak lagi bisa ditutup-tutupi oleh rezim dengan status quonya, tetapi bisa dibongkar dan dihancurkan oleh Mahasiswa.

Mencermati alunan sejarah bangsa Indonesia, hingga kini tidak terlepas dari peran mahasiswa, oleh karena itu ” mahasiswa ” dapat dikategorikan sebagai ” Agent of social change ” ( Istilah August comte dalam pengantar sosiologi ) yaitu perubah dan pelopor ke arah perbaikan suatu bangsa.

Kendatipun demikian, paradigma semacam ini belumlah menjadi kesepakatan bersama antar mahasiswa ( Plat form ), sebab masih ada sebagian madzhab mahasiswa yang apriori ( cuek ) terhadap eksistensi dirinya sebagai seorang mahasiswa , bahkan ia tak mau tahu menahu tentang keadaan sekitar lingkungan masyarakat ataupun sekitar lingkungan kampusnya sendiri. Yang terpenting buat mereka adalah duduk dibangku kuliah menjadi kambing conge dosen , lantas pulang duluan ke rumah, titik.

Inikah ” mahasiswa ” ? Padahal, mahasiswa adalah sosok yang semestinya kritis, logis, berkemauan tinggi , respect dan tanggap terhadap permasalahan umat dan bangsa, mau bekerja keras, belajar terus menerus, mempunyai nyali ( keberanian yang tinggi ) untuk menyatakan kebenaran, aplikatif di lingkungan masyarakat serta spiritualis dan konsisten dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ketauhidan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan Konsep itulah, mahasiswa semestinya bergerak dan menyadari dirinya akan eksistensi ke-mahahasiswaan nya itu. Belajar tidaklah hanya sebatas mengejar gelar akademis atau nilai indeks prestasi ( IP ) yang tinggi dan mendapat penghargaan cumlaude, lebih dari itu mahasiswa harus bergerak bersama rakyat dan pemerintah untuk membangun bangsa, atau paling tidak dalam lingkup yang paling mikro, ada suatu kemauan untuk mengembangkan civitas / perguruan tinggi dimana ia kuliah. Misalnya dengan ikut serta / aktif di Organisasi Mahasiswa, baik itu Organisasi intra kampus ( BEM dan UKM ) ataupun Organisasi Ekstra kampus, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan lain yang mengarah pada pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, Dengan semangat Muharramisasi mari kita sama - sama memaknai even tahun baru 1430 Hijriyah ini dengan senatiasa menginsafi dan selalu berintrospeksi diri kita sebagai seorang ” mahasiswa ”, juga kita jadikan sebagai moment untuk ” hijrah ”, yaitu hijrah dari kemalasan menuju kerja keras, hijrah dari sikap pesimis menuju sikap optimis, berani keluar dari kenyamanan untuk mendaki dan menempuh kesulitan, respect dan tanggap terhadap permasalahan umat dan bangsa , sehingga endingnya kita layak dan pantas untuk disebut sebagai seorang ” mahasiswa ”.

Wallahu A’lam bis-shawab

menulapakan Pacar?... ni caranya....

Melupakan se2org yg pernah hadir di hati emang ga gampang. Namun bukan berarti kita harus stuck dlm perasaan melankolis dlm waktu yg lamakan? Menyendiri dan membiarkan perasaan sedih menjadi berlarut-larut bukan ide yg bgs. Lebih baik, coba tips brkt;

  • Curhat n tumpahkan seluruh perasaan n kesedihan kpd lo. Lepaskan seluruh masalah lo.
  • Hang out n bersenang2lah. Ajak seluruh tmn, sahabat/ keluarga. Namun usahain jgn ke tempat2 yg biasa lo datangani ama mantan lo. Cz kemungkinan gede lo dpt bertemu sama mantan lo disana.
  • Cari dan tekuni hobi baru. Lakuin aktivitas yg positif, jgn beri waktu diri lo u/ nginget kembali kisah cinta yg lalu.
  • Buang semua brg, foto atau hal2 yg bias nginngetin lo sama mantan lo.
  • Jgn ngubungin mantan lagi, baik lwt telp, sms atau email. Sebaeknya abaikan jg semua telp, sms dan email darinya.
  • Sebaiknya lupain istilah “Temen BaiK”. Saat2 seperti ni ada baiknya berhenti berhub dgn mantan. Tdk u/ seterusnya. Berikan kesempatan perasaan lo u/ pulih lbh dulu.
  • Emang bkn saat yg tpt buat kembali ngebina hub yg baru, namun g da salahnya u/ membuka hati lo buat orang baru. Mungkin aja akan ada org yang dpt mencintai lo secara lbh pantes. Good Luck n Selamat Mencoba.

Masa demi masa berlalu sudah

Kemana kaki jalan melangkah

Liku-liku kehidupan mengukir sejarah

Kini saatnya berpotret diri

Berbenah dari segala keburukan

Meningkatkan semua kebaikan

Ramadhan sebentar khan tiba

Kini saatnya tuk membuka pintu hati

Memaafkan semua kehilafan

Mari kita sambut dengan gembira

Dengan memperbanyak ibadah

Tuk menggapai tingkatan taqwa

Derajat tertinggi disisi khalik

Semoga Allah selalu membimbing kita

Dan nanti memasukkan kita dalam surga-Nya

Amiin

Paradigma

Hari demi hari terus berjalan

Pergantian waktupun tidak dapat dielakan

Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi

Sebagai konsekwensi logis atas akhir dari setiap langkah

Paradigma hidup merupakan acuan dalam melangkah

Sebagai barometer dalam menjalani hidup

Menuju sebuah wujud misteri

Cita-cita’

Arti Cinta

Di dalam kedinginan jiwaku

Kau hadir mendekap erat kalbuku

Dalam kesendirian nuraniku

Kau temani aku dengan kemesraan

Dalam kegalauan jiwaku

Kau hadir untuk menghiburku

Dalam kesepian malamku

Kau hadir dalam indahnya mimpiku

Tiada yang kupikirkan selama ini

Kecuali aku merasa berarti bersamamu

Kan kuayun langkahku ini

Bersama irama kerinduan

Kangen khan slalu menyelimuti hatiku

Tak ada sesuatu terindah untuku

Karena kau segala-galanya bagiku